Jumat, 18 April 2014

Pemanfaat Ampas Tahu

kegitan awal sapi yang baru datang di salung amapas tahu

persiapan amapas tahu yang akan diberikan keternak

kunjungan kelompok 

Pemanfaatan ampas tahu sebagai pakan ternak telah dilakukan oleh Kelompok Peteranak Kebun Kopi Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang Sumbawa Barat. Ampas tahu yang selama ini hanya sebagai limbah proses produksi tahu dan terbuang sia sia mulai di lirik oleh peternak untuk di manfaatakan sebagai pakan ternak tambahan. 
Hasil ujicoba yang telah dilakukan di Kelompok Peternak Kebun Kopi dalam pemeliharaan sapi bali secara intensif di peroleh hasil bahwa pemberian ampas tahu sebanyak 3 kg / ekor/hari dapat meningkatkan BB harian sapi bali secara signifikan. Bahan pakan ini mudah didapat dan memiliki nilai gizi cukup baik dengan kandungan protein kasar 21%. Sebagai pakan tambahan, ampas tahu dapat berfungsi melengkapi protein dari hijauan.
Perlakuan yang diberikan pada ternak adalah : 
  1. Pada awal ternak datang / bibit sapi pengemukan sampai di kandang dilakukan penimbangan berat badan
  2. Ternak yang baru datang diberikan obat cacing dan vitamin. Obat ini diberikan dengan cara dimasukkan kedalam mulut sapi.
  3. Untuk ternak sapi yang baru datang, pembiasaan pemberian pakan dengan ampas tahu dilakukan dengan cara  sapi satu hari tidak di beri pakan dan setelah itu di salung atau di supi  ampas tahu oleh peternaknya. 
  4. Setelah beberapa hari sapi akan terbias untuk mengkonsumsi ampas tahu
  5. Ampas tahu di berikan pada sore hari sebanyak 3 kg/hari/ekor 
  6. Rumput diberikan pada pagi dan malam hari sebanyak 50% dari kebutuhan pakan 

Ampas tahu dapat memberikan hasil yang optimal yakni pertumbuhan dan pertambahan berat badan 0,8 kg/ekor/hari. Masa pemeliharaan lebih cepat dan periode panen dapat dilakukan 3 kali dalam setahun. 

Minggu, 18 Agustus 2013

kegiatan kelompok

Pembiasaan ternak untuk makan ampas tahu dan ampas tempe

Pemeriksaan kesehatan ternak 

Potensi Sumberdaya Manusia

Potensi Sumberdaya Manusia
Kelompok Peternak Kebun Kopi dengan jumlah anggota saat ini sebanyak 15 orang dan di ketuai oleh Bapak H. Haider, SE yang merupakan pelaku bisnis peternakan sekaligus sebagai peternak, tidak diragukan lagi jika pengelolaan usaha peternakan yang focus pada kegiatan penggemukan ini dapat terus berlanjut. Akses kelompok dengan pasar sangat terbuka dan dapat dikuasi oleh pengurus yang secara tidak langsung mengarhkan anggota secara bersama sama menjual ternak dengan cara berkelompok sehingga harga bisa bersaing. Secara umum anggota Kelompok Peternak Kebun Kopi  75% kegiatan peternakan merupakan pekerjaan pokok yang artinya mereka focus sebagai peternak dan pelaku usaha di bidang peternakan, dan 25% sebagai kegiatan tambahan atau pekerjaan tambahan yang memilliki potensi penghasilan yang cukup besar.
          Daftar nama anggota Kelompok Peternak Kebun Kopi
NO
NAMA
JABATAN
1
HAIDAR, SE
KETUA
2
MOCHDAR JAFAR
SEKRETARIS
3
MAHMUD DJAFAR
BENDAHARA
4
AGUSSALIM
ANGGOTA/ BID. PAKAN 
5
A, RAZAK
ANGGOTA/BID. KEAMANAN
6
MARGAUDDIN
ANGGOTA/ BID. KESWAN
7
ABDUL HARIS
ANGGOTA/ BID. PEMASARAN
8
MULYANTO
ANGGOTA
9
HASANNUDDIN
ANGGOTA
10
ACENG YAYA
ANGGOTA
11
SYAHBUDDIN
ANGGOTA
12
A, AMIN
ANGGOTA
13
ISKANDAR
ANGGOTA
14
A, MIRIN
ANGGOTA
15
BURHANUDDIN
ANGGOTA

Dengan tingkat pendidikan anggota Kelompok Peternak Kebun Kopi  yang pernah mengenyam pendidikan, memudahkan kelompok dalam pentranferan teknologi dan perubahan yang mendatangkan keuntungan untuk kelompok. Adapun sebaran pendidikan anggota kelompok adalan ;
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah
(org)
Prosentase
(%)
1
Tamat S-1
1
6.7
2
Tamat SMA
7
46.7
3
Tamat SMP
2
13.3
4
Tamat SD
5
33.3

Dengan melihat sebaran umur dan tingkat pendidikan anggota Kelompok Peternak Kebun Kopi maka kelompok sangat mudah untuk diajak berdiskusi dan memikirkan pengembangan kelompok dan usaha peternakan yang dijalankannya. 

Sejarah Berdirin Kelompok Peternak Kebun Kopi


PROFIL KELOMPOK PETERNAK
“KEBUN KOPI”


a.   Latar Belakang
Kelompok Peternak Kebun Kopi merupakan salah satu kelompok peternakan yang berada di Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggar Barat.  Sejak berdiri tanggal 12 Desember 2011, Kelompok Peternak Kebun Kopi khusus melakukan kegiatan peternakan pengemukan sapi bali.
Pada awal berdirinya jumlah anggota Kelompok Peternak Kebun Kopi sebanyak 9 orang dan jumlah ternak yang di pelihara sebanyak 9 ekor sapi jantan. Setelah panen perdana atau sejak 4 bulan dari awal pemeliharaan peternak merasa mendapat penghasilan yang cukup memadai, sehingga dari yang hanya memiliki 1 ekor ternak setelah panen bisa membeli 2 ekor ternak lagi untuk kegiatan pengemukan oleh karena itu beberapa masyarakat di lingkungan tempat kelompok berada tertarik dan ikut begabung menjadi anggota kelompok peternak Kebun Kopi. Hingga saat ini jumlah anggota dan ternak yang di pelihara terus mengalami perkembangan. Peternak juga terus berupaya meningkatkan  keterampiland alam kegiatan usaha pengemukan sapi dengan memberikan pakan tambahan berupa apas tahu dan tempe serta air sisa rebusan tahu yang masih mengandung protein dan mineral yang baik.

b.  Visi dan Misi
Visi Kelompok Peternak Kebun Kopi adalah
“Terwujutnya petani peternak yang mandiri, berkesinambungan, dan berwawasan lingkungan”

            Misi Kelompok Peternak Kebun Kopi adalah
1)    Meningkatkan peran serta petani peternak dalam kelompok
2)   Memajukan kerjasama antara petani peternak dalam mengelola sumberdaya alam sumberdaya manusia untuk ketahanan pangan dalam peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.

c.   Tujuan dan Sasaran
Tujuan pedirian Kelompok Peternak Kebun Kopi adalah untuk meningkatkan peran peternak dalam kegiatan usaha peternakan secara bersama sama sehingga memiliki daya tawar akan produk yang dihasilkan di pasar dan meningkatkan kesejahteraan anggota Kelompok Peternak Kebun Kopi dengan meningkatnya pendapatan peternak secara berkala dan berkelanjutan.
Sasaran utama Kelompok Peternak Kebun Kopi adalah anggota Kelompok Peternak Kebun Kopi dan masyarakat di sekitar kelompok yang bergerak dibidang peternakan dan pertanian yang mendapatkan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan keberadaan Kelompok Peternak Kebun Kopi.